Sabtu, 17 November 2012

SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN PINRANG


Disini saya akan mencerikan sedikit sejarah kabupaten kota tempat tinggalku. Hmm jika hayati memeng sich kota tempat tinggalku ini sangat bersejarah, apalagi dengan pahlawan-pahlawannya yang sangat berjasa untuk Negara kita Indonesia. Sebagai warga atau masyarakat kota pinrang, saya sangat bangga memiliki kota seperti ini.

Sejarah berdirinya Kabupaten Pinrang
Asal Muasal Pemberian nama pinrang ada beberapa fersi cerita yang berkembag di masyarakat Pinrang sendiri, Fersi yang pertama menyebut bahwa Pinrang berasal dari bahasa bugis yaitu kata "benrang" yang berarti "air genangan" bisa juga berarti "rawa-rawa", hal ini disebabkan oleh karena pada awal pembukaan daerah Pinrang yang tepatnya saat ini di pusat kota kabupaten Pinrang, masih berupa daerah rendah yang sering tergenang dan berawa. fersi kedua menyebutkan bahwa hal ini disebabkan oleh karena suatu ketika Raja Sawitto yang bernama La Paleteang,bebas dari pengasingan dari kerajaan Gowa berkat bantuan To barani pole' Kassadisambut gembira oleh rakyatnya, namun mereka terheran-heran karena wajah sang raja berubah dan mereka berkata "pinra bawangngi tappana puatta pole Gowa"yang artinya berubah saja mukanya Tuan Kita dari Gowa, maka setelah itu rakyat mulai menyebut daerah tersebut sebagai Pinrayang artinya berubah kemudian berubah penyebutan menjadi Pinrang.
Kabupaten Pinrang, cikal bakalnya berasal dari Onder Ofdeling Pinrang yang berada di bawah afdeling Pare-Pare. yang merupakan gabungan empat kerajaan yang kemudian menjadi self bestuur atau swapraja yaitu KASSA, BATULAPPA, SAWITTO, dan SUPPA yang sebelumnya adalah anggota konfederasi kerajaan Massenrengpulu(Kassa dan Batulappa) danAjatappareng (Suppa dan Sawitto), ini merupakan bagian dari adu domba Kolonial untuk memecah persatuan di Sulawesi Selatan.Pemilihan nama Pinrang sebagai nama wilayah dikarenakan daerah pinrang merupakan tempat berkumpulnya ke empat raja tadi dan sekaligus tempat berdirinyakantoor onder afdelingeen (kantor residen). Selanjutnya Onder afdeling Pinrang ini, pada zaman pendudukan Jepang menjadi Bunken Kanrikan Pinrang, kemudian pada zaman kemerdekaan pada akhirnya menjadi Kabupaten Pinrang.Kemudian menjadi Raja Terakhir pada keempat swapraja tadi yaitu:
  • SUPPA (Andi Abdullah Bau Massepe)
  • SAWITTO (Andi Zakiah yang dijalankan oleh suaminya yaitu Andi Makkulau Datu Botjo Sawitto)
  • BATULAPPA (Andi Padinring Puang Tarokko/Puang Pesangyang sebelumnya menjabat sebagai Sulebatang/mangkubumi)
  • KASSA (Andi Dirman Toro Puang Larung)

Makna Lambang Kabupaten Pinrang
Lambang Kabupaten Pinrang terdiri dari delapan bagian yang mewakili beberapa unsur diantaranya unsur historis, unsur sosiologis, unsur ekonomis, unsur Patriotik dan unsur kultural yang keseluruhannya merupakan satu kesatuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
1.    Bintang Segi Lima : melambangkan Pancasila yang merupakan cita-cita luhur seluruh rakyat Kabupaten Pinrang untuk mencapai kebahagiaan hidup berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.    Buah Padi berjumlah 19 butir dan buah jagung berjumlah 7 buah, yang bentuknya melingkar, melambangkan hasil utama Kabupaten Pinrang sekaligus melambangkan keadilan sosial. Angka 19 dan 7, juga mengingatkan bahwa kerika Kabupaten Pinrang terbentuk lewat UU No. 29 Tahun 1959, terdiri dari 19 distrik yang kemudian dilebur menjadi 7 Kecamatan Administratif. Angka 19 juga menunjukkan hari lahir Kabupaten Pinrang yang jatuh setiap tahunnya pada tanggal 19 Februari.
3.    Bendungan beserta tiang-tiang listriknya, melukiskan Kabupaten Pinrang yang memiliki Bendungan Saddang dan pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA). Dahulu tenaga listrik hanya Pusat Tenaga Listrik Teppo namun sekarang bertambah dengan beroperasinya PLTA Bakaru.
4.    Rantai Permata empat, selain menggambarkan persatuan juga melukiskan bahwa Kabupaten Pinrang sebelum menjadi daerah otonom, terdiri dari empat Swapraja, yaitu Swapraja sawitto, Swapraja Batulappa, Swapraja Kassa dan Swapraja Suppa.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar